Showing posts with label Bisnis Budidaya. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Budidaya. Show all posts

Sunday

Bisnis Jual Burung Kicauan

Bicara mengenai bisnis yang berhubungan dengan hobi seakan tidak ada habisnya jika kita ingin kupas lebih dalam, salah satuny adalah berbisnis usaha jualan burung kicauan adalah sebuah ide bisnis yang cukup cemerlang dan memang penggiatnya juga cukup banyak dan yang terpenting ini adalah sebuah kegiatan yang berhubungan dengan hobi, jika bicara mengenai hobi maka biaya yang mahalpun bisa menjadi bukan suatu masalah bagi orang yang memang senang dan suka akan hal tersebut, termasuk memelihara burung kicaun.


Burung kicauan memang menjadi salah satu komoditas yang banyak di cari penggemarnya dan harganyapun juga terbilang cukup bagus dan bervariatif bisa ratusan ribu bahkan jutaan rupiah maka ini adalah sebuah peluang usaha yang bisa kita manfaatkan dan siapa tahu bisa menjadi salah satu chanel usaha yang bisa mendatangkan income yang cukup menarik.

Kita lihat gambaran harga beberapa burung kicauan kisaran bulan januari 2014 kemaren, harga bisa naik turun.



Harga-harga diatas jika kita lihat memang kisaran ratusan ribu yang paling banyak dan jika kita bisa memanfaatkan peluang bisnis ini maka kita bisa membuka usaha jual beli burung kicaun tersebut. Lalu bagaimana caranya? bagaimana strategi pemasarannya?

Jika Anda memang gemar memeligara juga, membeli bibit dan memelihara serta merawat hingga cukup bagus kicauan dan siap untuk dijual, maka Anda bisa menyediakan modal awal untuk membeli dan merawat burung tersebut. Namun ketika kita tidak bisa dan tidak hobi, Anda harus belajar banyak tentang jenis burung dan juga bekerjasama dengan par apemilik burung kicauan serta penjual lainnya untuk menjualkannya (disini Anda murni menjadi marketer saja/broker).

Memelihara dari kecil/bibit dan atau menjual burung yang sudah jadi. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Untuk tahap awal dan modal kecil Anda bisa memilih menjadi broker, tentu saja harus menjalin relasi sebanyak-banyaknya supaya mudah mendapatkan sumber daya burung kicauan tersebut.

Peluang bisnis jual beli burung kicauan ini jelas membutuhkan strategi marketing juga, melalui social media dan juga dari penghobi satu ke penghobi lainnya di daerah Anda tentunya bisa kita tawarkan burung kicauan terbaik yang kita miliki. Memasang iklan baris di koran lokal cukup menarik dan patut untuk dicoba. Silahan cari sebanyak-banyaknya referensi mengenai burung kicauan sebelum kita menjalankan ide bisnis usaha ini.

Friday

Usaha Ternak Sapi

USAHA TERNAK SAPI — Tidak banyak anak muda yang memiliki ketertarikan pada usaha yang satu ini. Selain dipandang tidak bergengsi keuntungan ternak sapi dipandang kurang menggembirakan. Namun berbeda dengan Abdullah, usaha peternakan sapi telah mengantarkan dirinya sukses dalam bisnis. Jalan sukses usaha ternak sapi Abdullah dirintis setelah ia terkena pengurangan pegawai hotel tempatnya bekerja, pada tahun 2005. Berlokasi di Taman Gembira Kecamatan Kundur, Pulau Karimun peternakan sapinya kini berkembang pesat.

Di awal usah ternak sapi, Abdullah memulai sendiri semua pekerjaan beternak sapi, dari mencari rumput, membersihkan kandang dan kegiatan rutin lainnya. Bermodalkan sapi 3 ekor ia merintis penggemukan sapi. Enam bulan kemudian dari sapi yang dipelihara, dijual kembali dengan harga Rp 6 juta kebetulan bertepatan dengan Hari Raya Idul Qurban.

Dari keuntungan Rp 18 juta tersebut Abdullah mulai merintis kembali tapi kali ini pembibitan sapi yang saat ini sudah berjumlah 45 ekor. “Merawat sapi itu harus dengan ikhlas dan perhatian karena sapi itu juga makhluk Allah,” ujar pak Abdullah memulai pembicaraan. “Kita akan mengerti akhirnya apakah sapi itu sehat ataukah sakit,” sambungnya.

Melihat kegigihan dan semangat Pak Abdullah, Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Kabupaten Karimun mengajak Pak Abdullah untuk membuat pilot project peternakan dengan status peminjaman lahan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan contoh nyata kepada masyarakat bagaimana menjadi peternak yang unggul.

Semangat untuk mengembangkan masyarakat dibuktikan Pak Abdullah dengan mengajak pemuda untuk belajar di tempatnya dengan gaji yang diberikan sebesar Rp 750.000/bulan. “Saya tidak mengikat mereka sebagai pegawai, saya harapkan mereka nanti menjadi peternak-peternak unggulan dan menjadikan peternakan sebagai unggulan di daerah kami.”

Usaha Tidak Selalu Mulus

Tentu saja usaha yang dilakukan tidak berjalan dengan mulus begitu saja. Adapun kendala-kendala yang dihadapi Pak Abdullah antara lain masih enggannya masyarakat khususnya pemuda untuk menggeluti peternakan. Pernah pengalaman beliau memberikan beberapa ekor kambing kepada pemuda-pemuda yang ada di kampungnya tetapi ternyata kam­bing yang ada dijual atau dirawat oleh orang tuanya. Meskipun demikian, semangat itu tidak pernah padam.

“Dari 4 orang anak muda yang ikut saya sekarang dapat menjadi kader-kader muda peternak yang akan memajukan daerah ini,” terang Pak Abdullah dengan bangga. Saat ini Pak Abdullah telah mempersiapkan lahan seluas 12 ha yang nantinya direncanakan beliau untuk menjadi pusat pembelajaran peternak.

Kemauan yang kuat untuk menjadi mandiri serta memandirikan masyarakat sepertinya sangat layak dicontoh. Tidak hanya butuh semangat, dibutuhkan juga kepedulian dari berbagai pihak terutama pemerintah pusat maupun daerah, juga para investor untuk mengalirkan bantuan-bantuannya yang kemudian dapat digunakan untuk mengembangkan daerah baik sumberaya manusia maupun potensi alam yang ada.

Saturday

Bisnis Budidaya Ikan Hias

Bisnis ikan hias merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan. Pada bisnis ini tidak memandang umur sebagai target penjualan. Karena mulai dari anak kecil hingga orang dewasa banyak yang menyukai ikan hias.

Selain itu pengelolaan bisnis ikan hias ini tergolong mudah, semua orang dapat melakukannya. Jika serius menekuni usaha ikan hias ini akan memperoleh kesuksesan dan keuntungan cukup besar. Berikut beberapa tips dapat Anda gunakan untuk membangun bisnis ikan hias.

Monday

Belajar Bisnis Jamur untuk Pemula

Menekuni bisnis budidaya jamur tiram memang sangat menguntungkan. Tingginya permintaan pasar dan mudahnya proses budidaya jamur tiram menjadi salah satu alasan mengapa jenis jamur ini lebih sering dibudidayakan masyarakat dibandingkan jenis jamur lainnya. Meskipun begitu, sampai hari ini ada sebuah kendala yang sering dihadapi para pemula dalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram. Yaitu faktor pemilihan lokasi budidaya yang sesuai dengan habitat hidup jamur tersebut.

Biasanya pertumbuhan jamur tiram akan optimal sepanjang tahun bila lokasi budidayanya sesuai dengan habitat aslinya, yakni di kawasan pegunungan atau di daerah dataran dengan ketinggian antara 400-800 meter di atas permukaan air laut (mdpl), serta memiliki suhu udara sekitar 20-28°C dengan tingkat kelembapan sekitar 70% sampai 80%. Lalu bisakah jamur tiram dibudidayakan di daerah panas?
Bagi Anda yang berada di daerah dataran rendah khususnya di lingkungan yang cukup panas, kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Sebab ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati kondisi lingkungan di sekitar Anda.

Bisnis Jamur tak semudah teorinya, dibutuhkan keseriusan dan kerja keras. Beberapa hal yang perlu anda pahami adalah :
  1. Potensi usaha budidaya jamur
  2. Bagaimana memulai bisnis jamur
  3. Cara pembuatan media tanam jamur
  4. Penanganan selama masa panen
  5. Dan yang terpenting, Rahasia agar terhubung dengan pasar jamur di indonesia.

Friday

Peluang Usaha Perikanan Gurame

Usaha perikanan banyak memberikan pendapatan bagi masyarakat meski awalnya sering dipandang sebelah mata. Sebagai salah satu pendukung kebutuhan pangan dan kehidupan yang bergizi, ikan memberikan asupan gizi yang cukup sehingga banyak orang kini mengkonsumsinya. Apalagi dalam membudidayakannya telah banyak mengalami kemajuan sehingga untuk mengembangkan usaha ini banyak mendapat menarik minat dan perhatian dari berbagai pihak.

Hal inilah yang dialami oleh Wiwid bersama Bambang yang merintis usaha perikanan di Desa Jambidan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul. Melihat banyaknya tenaga kerja produktif di desanya berbondong-bondong mencari kerja, mereka tertantang untuk membuktikan bahwa perikanan bias memberikan penghidupan.

Sehingga pada tahun 1998 mereka mencoba untuk membudidayakan lele dan memperoleh hasil yang cukup bagus. Mereka berdua memulai usaha ini hanya berbekal modal Rp50.000,- dan hingga saat ini usaha ini telah manjadi sentra proyek percontohan tingkat nasional. Melihat hasil yang cukup menjanjikan, banyak masyarakat sekitar tertarik untuk mengembangkannya, apalagi saat itu krisis moneter sedang melanda.

Pendirian Kelompok Usaha Tani
Melihat banyaknya minat dari masyarakat sekitar,Wiwid dan Bambang ditambah Heru mendirikan kelompok tani ikan. Dengan berdirinya kelompok tani ini diharapkan;
1. Menambah motivasi untuk terus maju
2. Mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk mengembangkan usaha ini
3. Menjaga kekompakan
4. Mempunyai visi yang sama dalam pengembangannya, termasuk dalam penerapan standar harga.

Mereka mengumpulkan petani-petani ikan di desa tersebut dan mendirikan kelompok tani Mino Raharjo dimana saat peresmiannya mendatangkan petugas PPL Kecamatan dan Dinas Koperasi.

Dengan berjalannya waktu, banyak petani yang ingin bergabung dengan kelompok tersebut. Untuk menjaga efektifitas, kelompok tani tersebut membatasi jumlah anggotanya 30 orang. Sedangkan sisanya mereka fasilitasi sehingga terbentuk kelompok-kelompok baru yang mencapai 4 kelompok tani di desa Jambidan.

Masing-masing kelompok mempunyai agenda sendiri-sendiri. Prestasi yang pernah diraih antara lain menjadi proyek percontohan gurame tingkat nasional dan model pendanaan tingkat nasional sebesar Rp 900juta. Selain itu juga, beberapa LSM dan lembaga-lembaga resmi lain diantaranya UNDP, menggandeng mereka dalam mengembangkan usaha ini.

Semakin berkembangnya usaha tersebut, kelompok tani ini mencoba menciptakan diversifikasi produk. Pada awalnya pembibitan lele kemudian mereka mencoba pembibitan gurame. Setelah melewati beberapa waktu ternyata hasil dari pembibitan gurame lebih bagus dibanding pembibitan lele.

Mulai saat itulah mereka fokus untuk mengembangkan budidaya gurame sehingga saat ini mereka lebih dikenal dengan sentra budidaya gurame. Dalam pembudidayaan ini, mereka tidak fokus dalam pemijahan. Mayoritas petani fokus pada penetasan telur dan pembesaran.

Mereka membeli benih telur gurame seharga Rp30,- per ekor dan telur-telur ini mereka peroleh dari petani ikan di desa tersebut dan sekkota-kota sekitarnya. Produk yang dihasilkan petani ikan di kelompok tersebut berbeda-beda. Ada yang fokus hanya menyediakan telur ikan, ada yang fokus menyediakan bibit ikan usia 1 bulan, bibit usia 2 – 4 bulan sampai dengan bibit seukuran bungkus rokok atau berat 5 ons. Jika dirata-rata, kelompok tani tersebut bisa menghasilkan 2,5juta ekor per bulan.

Saat ini, UPR Mino Raharjo mengelola kolam yang tersebar di wilayah desa tersebut dengan total luas lahan mencapai +/- 7 hektar. Masing-masing petani mengelola kolamnya sendiri kecuali pada saat panen tiba. Biasanya mereka dibantu 2-3 orang yang membantu penangkapan, penghitungan, dan pengemasan. Tenaga kerja ini mendapat upah Rp30.000,- per hari.

Proses Produksi

Dalam proses produksinya, setelah telur menetas langsung ditempatkan dalam ember-ember khusus supaya benih-benih tersebut aman dan kuat hingga usia 4 hari. Kemudian dipindahkan ke dalam kolam-kolam hingga usia 1 bulan.

Kolam ukuran 2×2m bisa memuat 10ribu ekor bibit. Untuk mendapatkan bibit dengan ukuran yang lebih besar lagi, bibit tersebut dipindahkan ke kolam tanah dengan ukuran 5×5m atau lebih besar. Saat pembesaran bibit yang harus diperhatikan adalah kesehatan dan kondisi air. Ukuran ikan untuk dijual sesuai target pasar yang ingin disasar masing-masing petani. Untuk pakan, masing-masing ukuran dan usia bibit berbeda.

Misal:

Usia bibit             Jenis pakan          Jumlah pakan           Harga pakan
Telur-1 bulan        Cacing sutra         10ribu ekor = 7lt/bulan  Rp10rb/liter
1 – 2 bulan          D0 (pelet gembur)    10ribu ekor = 10kg       Rp11rb/kg
                                         atau secukupnya
2 bulan atau lebih   pelet (jenis min2)   sesuai ukuran yang       Rp6500/kg
                                         ingin dicapai
Harga pakan yang cukup mahal menjadi salah satu kendala dalam pembudidayaan ikan gurame ini.
Keuntungan dalam budidaya gurame dibandingkan dengan jenis ikan yang lain adalah :
  1. Permintaan gurame yang cukup tinggi sehingga pasar terjamin
  2. Nilai jual yang cukup tinggi
  3. Bisa dijual dalam usia atau ukuran berapa pun karena kebutuhan pasar sangat variatif.
Sedangkan keunggulan budidaya gurame yang diterapkan kelompok tani Mino Raharjo adalah sistem guba, gugus simba, dimana bibit diberi suplemen nutrisi sehingga ikan dalam kategori sehat dan kualitas baik serta pengelolaannya dilakukan oleh petani yang cukup ahli dalam pembibitan dan pembesaran. Proses penjualannya dilakukan seleksi sesuai kualitas dan ukuran.

Pemasaran sampai ke luar pulau

Sejauh ini mayoritas konsumen berasal dari Jogja dan pulau Jawa, beberapa Sumatera dan Kalimantan. Untuk wilayah Jogja sendiri mereka hanya bisa memenuhi 25% dari permintaan. Mereka diantaranya adalah petani pembesaran, pedagang besar, rumah makan dan sebagainya. Harga jual untuk bibit usia 1 bulan adalah Rp150,-per ekor dan untuk ukuran konsumsi (5 ons) Rp21.000/kg.

Dengan besarnya permintaan, adanya kompetitor tidak terlalu dirasa pengaruhnya. Salah satu upaya kelompok ini untuk memenuhi kebutuhan pasar, mereka mencoba memasyarakatkan budidaya gurame dengan mengadakan pelatihan rutin 1 bulan sekali. Demi kenyamanan dan efektifitas, peserta peltihan sehari itu dibatasi 25 sampai 30 orang. Mereka juga melayani konsultasi pembudidayaan tersebut.

Rencana ke depannya, UPR Mino Raharjo, pada tahun 2010 mentargetkan menjadi sentra percontohan dengan mengembangkan usaha perikanan dengan sistem one stop shoping. Diatas lahan di sebelah selatan desa seluas 2 hektar, dengan target dana Rp2milyar, mereka akan mengembangkan kawasan budidaya ikan terpadu dari hulu sampai hilir.

Mulai dari penetasan, pembesaran sampai dengan produk jadi yaitu ikan matang yang disajikan di rumah makan yang akan didirikan di atas lahan tersebut juga. Di samping itu, lokasi tersebut akan dilengkapi arena bermain dan wisata sehingga saat orang dewasa belajar budidaya, anak-anak diberikan fasilitas bermain. Saat ini, dengan perkembangan budidaya dan besarnya pasar, peluang masih cukup terbuka. Apakah anda ingin mencoba?

Analisa Ekonomi:

Analisis keuangan dibuat dengan basis perhitungan
1000 ekor bibit gurame ditebar

Pengeluaran
Pembelian bibit       : 1.000 ekor x Rp.    150,00   = Rp.   150.000,00
Pakan D0              :    10 kg   x Rp. 11.000,00   = Rp.   110.000,00
Pakan Pelet           :   900 kg   x Rp.  6.500,00   = Rp. 5.850.000,00
Total Pengeluaran                                    = Rp. 6.110.000,00

Pendapatan
Penjualan Ikan Gurame : 400 kg     x Rp. 21.000,00   = Rp. 8.400.000,00
Total Pendapatan                                     = Rp. 8.400.000,00
Keuntungan   = Rp. 8.400.000,00 - Rp. 6.110.000,00   = Rp. 2.290.000,00
(Sumber: Tim BisnisUKM)